Berita Sikka, majalahglobal.com –Kisah Ibu Rumah Tangga, Sitti Kartini atau yang kerap disapa Tini, salah satu dari ke-61 peserta jemaah calon haji yang merupakan janda (57) dengan keadaan keluarga yang pas-pasan kini akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada, 30/05/2024.

Demikian hasil wawancara Siti Amina Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) kepada Ibu Rumah Tangga (Sitti Kartini) salah satu peserta jemaah calon haji asal Kabupaten Sikka dan disampaikan kepada media ini. Rabu, 22 Mei 2024.

Dalam wawancara itu diterangkan bahwa Sitti Kartini yang memiliki 4 orang anak ini merupakan salah satu dari peserta jemaah calon haji Kabupaten Sikka yang berasal Desa Geliting, Kecamatan Kewapante, Dusun Geliting.

Ia memiliki empat orang anak, satu diantaranya laki-laki dan tiga orang perempuan. Tiga orang sudah berkeluarga, satunya sementara aktif kuliah.

Jika dilihat keluarga yang satu ini cukup menguras keringat jika dibandingkan dengan usia Sitti Kartini yang sudah lumayan menua. Apa lagi hendak naik haji menjawab niat mulianya.

Ia mengisah, pergi ke tanah suci merupakan mimpi besarnya selama ini.

“Alhamdulillah saya bisa menjadi salah satu peserta jemaah calon haji tahun ini,” kata Siti Amina mahasiswa UNIMOF menceritakan hasil wawancaranya bersama Siti Kartini salah satu peserta jemaah calon haji.

Saat diwawancarai, kata dia (Sitti Kartini) sudah belasan tahun berjualan kue, tak menyurutkan niat janda 4 orang anak ini untuk mewujudkan mimpinya pergi ke Tanah Suci.

Mengurung niat pergi ke tanah suci memang terhitung lama, dimana dengan tekadnya itu ia pun harus berpuluhan tahun menabung dari keuntungan jualannya meski tak seberapa.

Dilain sisi kebutuhan keluarga hingga menyekolahkan anaknya yang berada di bangku kuliah menjadi tanggungan disela-sela niatnya untuk pergi beribadah di tanah suci.

“Kurang lebih sudah 11 tahun, sejak tahun 2013 saya menabung dan Alhamdulillah niat saya terkabulkan,” sekilas Siti Kartini dalam wawancara itu.

Kata dia, dengan keterbatasan ekonomi agar kita sebagai manusia tidak putus.

“Motivasi saya dengan memiliki keterbatasan ekonomi tidak membuat kita berputus asa untuk bisa mewujudkan mimpi menginjakkan kaki ke Tanah Suci,” ujar Sitti Kartini kepada Sitti Amina mahasiswa UNIMOF saat itu.

Ia (Sitti Kartini) mengatakan, dengan modal usaha, berdoa ikhtiar yang didasari dengan niat yang ikhlas suatu niat baik pasti akan di ijabah oleh Allah.

“Allah akan mewujudkan mimpi kita untuk bisa berangkat itu juga tergantung dari panggilan Allah SWT,” tutup dia. (Faidin)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan